uss-universal-journey
Scroll Down

Festival Budaya di Singapura

Multikulturalisme adalah salah satu pondasi utama identitas nasional Singapura, dan warga Singapura sering ikut serta dalam perayaan kelompok etnis dan agama lain. Dengan adanya festival ini, banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Singapura. Ingin tahu pentingnya 4 festival budaya utama di Singapura dan bagaimana Anda ikut serta? Lanjutkan baca!

(Catatan: festival ini diadakan pada tanggal yang berbeda di tiap tahunnya, sesuai dengan kalender dari masing-masing etnis dan agama. Pastikan Anda mencari tahu tanggal-tanggalnya jika Anda ingin travelling sembari berpartisipasi dalam perayaan tersebut.)

Tahun Baru Imlek

Sesuai dengan namanya, perayaan ini dirayakan di awal tahun kalender Tiongkok, dan para anggota keluarga Tionghoa di mana pun mereka tinggal akan memperingatinya dengan berkumpul di rumah orang tua mereka. Malam tahun baru Imlek dirayakan dengan makan malam bersama keluarga besar, sementara kunjungan rumah keluarga dan teman dilakukan hingga 15 hari berikutnya. Satu bulan sebelum Tahun Baru Imlek, Anda bisa bergabung dalam perayaan di bazar yang menjual dekorasi dan pernak-pernik Tahun Baru Imlek di Chinatown dan di pusat kota. Anda juga bisa mengikuti parade Chingay ('kostum'), acara nasional yang dimulai sebagai parade untuk memperingati Tahun Baru Imlek, namun sejak itu berkembang menjadi kemeriahan multikultural yang menampilkan penampil dari etnis lain juga. Chingay juga menjadi pertunjukan jalanan dan karnaval terbesar di Asia.


Hari Raya Puasa

Hari Raya Puasa adalah festival yang sangat penting bagi para Muslim sebab festival tersebut menandai akhirnya bulan puasa Ramadan yang wajib dijalani oleh semua Muslim. Para keluarga mengenakan pakaian tradisional dan mengunjungi para kerabat dan teman, untuk merayakan dan saling memohon maaf. Sebelum hari tersebut tiba, selama bulan Ramadan, terdapat pasar malam yang terletak di sepanjang Geylang Serai yang dibuka waktu buka puasa. Sementara pasar malam biasa menjual barang-barang Melayu tradisional (Melayu adalah komunitas Muslim terbesar di Singapura), dalam beberapa tahun terakhir ini terlihat semakin banyak gerai makanan terkini yang menjual burger pelangi yang telah menarik penduduk Singapura dan wisatawan non-Muslim untuk ke pasar juga.


Deepavali

Juga dikenal sebagai Diwali di beberapa tempat di dunia, hari raya cahaya umat Hindu ini merupakan simbol kemenangan cahaya atas kegelapan, kebaikan mengalahkan keburukan. Meskipun asalnya Hindu, Deepavali juga dirayakan oleh orang India yang beragama lain di Singapura, dan perayaan tersebut sangat tampak jelas di distrik Little India. Jalan-jalan di Little India menjadi terang dengan berbagai lampu warna-warni beberapa minggu sebelum perayaan dilangsungkan; di sana para pemeluk agama Hindu ikut serta dalam prosesi yang ada adegan menusuk kulit mereka sebagai ritual pembersihan jiwa. Lampu-lampu di Little India menarik ribuan wisatawan tiap tahunnya, dan menjadi tontonan tahunan yang hanya bisa ditandingi oleh lampu di sepanjang Orchard Road saat Natal.


Natal

Natal menandai festival besar terakhir di tiap tahun sebelum menyambut Tahun Baru dan dirayakan oleh umat Kristen dan non-Kristen. Bahkan, tampilan lampu di Orchard Road serta kompetisi mall dengan dekorasi Natal terbaik yang secara tradisional membuat Orchard Road menjadi tempat tujuan bagi mereka yang ingin mengagumi lampu-lampu Natal. Selain itu, Anda bisa melihat pohon berhias lampu, etalase berdekorasi dan bahkan "salju". Gardens by the Bay adalah tempat menakjubkan yang harus dikunjungi saat musim tersebut untuk menikmati pengalaman menyenangkan. Universal Studios Singapore juga memiliki program unik pada musim tersebut. Pada tahun 2016, USS membuat dekorasi bola lampu menakjubkan menggunakan lebih dari 800.000 lampu, dan meraih rekor Guinness World Record.

Rekomendasi Untuk Anda