Richard van Oostenbrugge

Tentang Richard van Oostenbrugge

Chef van Oostenbrugge memulai kariernya di Swiss, tempatnya bekerja dengan para chef papan atas dan menguasai keterampilan kuliner tingkat tertinggi.

Ia kembali ke Amsterdam dari Gstaad di Pegunungan Alpen Swiss pada tahun 2008 untuk bergabung dengan restoran Envy dan kemudian membuka babak baru kariernya ketika ia bergabung dengan Hotel De L’Europe sebagai Executive Chef di tahun 2010. Di bawah arahannya, Bord’Eau – destinasi bersantap utama hotel itu – mendapatkan bintang Michelin pertamanya di tahun 2013 dan meraih peringkat bintang dua yang diidamkannya pada tahun berikutnya.

Selama tujuh tahun bekerja di sana, keterampilannya yang istimewa dan kreasi kulinernya yang sempurna membawanya meraih penghargaan bergengsi seperti Gault & Millau Chef of the Year (2014) dan mencatat skor Gault & Millau yang nyaris sempurna sebesar 19 (2017). Ia tersohor berkat kontrolnya yang sangat sempurna atas teknik memasak Eropa dan kepekaannya yang luar biasa dalam memadukan cita rasa Eropa tradisional dengan pengaruh dan bahan-bahan dari seluruh dunia - termasuk kreasi hidangan Jepang dengan cita rasanya yang murni dan sederhana.

Kini, sebagai co-owner 212, restoran no-table pertama di Amsterdam, keterampilan Chef van Oostenbrugge yang luar biasa menjadi fokus saat ia menyiapkan santapan kelas atas untuk menciptakan pertunjukan gastronomi - menyiapkan hidangan istimewa yang kaya cita rasa dengan kombinasi yang unik dan mengejutkan.

table65 - Thomas Groot

Tentang Thomas Groot

Penduduk asli Zaandam, di kota dengan sungai yang indah di utara Amsterdam, Thomas Groot selalu ingin menjadi chef. Ia mengawali kariernya di sebuah bistro dekat kota kelahirannya dan memutuskan untuk menekuni seni kuliner di Amsterdam, pusat kuliner Belanda.

Setelah belajar di ROC van Amsterdam, Thomas lulus sebagai Chef Spesialis Restoran dan bergabung dengan Ciel Bleu Restaurant yang berbintang Satu Michelin di tahun 2007. Restoran tersebut mendapatkan penghargaan bintang Michelin keduanya di tahun 2008, tahun kedua Thomas bekerja di sana. Ia bergabung dengan Restaurant Envy yang modern namun santai sebagai Sous Chef dan bertemu dengan Richard van Oostenbrugge.

Kemudian Thomas bergabung dengan Hotel le Europe di tahun 2009, yang sedang mengalami renovasi besar, dan berkesempatan bekerja dengan chef terkenal seperti Alain Passard dan Erick Fresion. Momen itu ia kenang sebagai “salah satu momen belajar terbaik” dalam hidupnya. Bersama Richard van Oostenbrugge, Thomas bekerja di Hotel le Europe selama tujuh tahun, di mana restoran utama hotel, Bord’Eau, memperoleh peringkat bintang satu Michelin di tahun 2013 dan meraih peringkat bintang dua yang diimpikannya di tahun 2014.

Kini dia dan Richard van Oostenbrugge memiliki Restaurant 212, restoran tanpa meja pertama di Amsterdam yang dianugerahi bintang satu Michelin di tahun 2018. Bersama chef van Oostenbrugge, Thomas semakin terinspirasi dengan cita rasa bahan-bahan Asia yang sederhana sehingga mencoba melebarkan sayap ke luar Belanda dan menaklukkan pantai Singapura yang tropis dengan usaha baru mereka, table65.

Thomas adalah ayah kebanggaan Storm, anak laki-lakinya yang berusia tujuh tahun. Di waktu luangnya, dia suka menghabiskan waktu bersama Storm dengan mengeksplorasi restoran-restoran baru.

Rekomendasi Untuk Anda