Art at Curate

Resorts World Sentosa mempersembahkan "Art at CURATE", serangkaian acara kuliner yang menampilkan para chef dari restoran berbintang Michelin, dipilih dengan keanggunan dapur CURATE sepanjang tahun, untuk merayakan seni gastronomi tertinggi.


Untuk reservasi, hubungi +65 6577 7288 atau email ke curate@rwsentosa.com.

Reservasi Sekarang

ART AT CURATE YANG AKAN DATANG

Daisuke Mori

Seri 15 Art at Curate
Chef Daisuke Mori dari restoran berbintang Satu Michelin, Takumi by Daisuke Mori, Hong Kong

16 – 22 Agustus 2019

 

Dengan latar belakang kuliner internasional unik yang mencerminkan kegemarannya untuk memadukan berbagai hidangan, saat ini, Daisuke Mori memimpin dapur restoran Perancis-Jepang berbintang 1 Michelin dan Takumi by Daisuke Mori di Hong Kong. Setelah menyelesaikan kuliah pelatihan kejuruan intensif di Institut Kuliner Tsuji yang terkenal di Osaka, Jepang pada tahun 2001, Mori tertarik dengan beberapa tempat makan Prancis terbaik di dunia, ia memulai karier di Chateau Restaurant Joel Robuchon berbintang 3 Michelin di Tokyo.

Kecintaan Mori pada tradisi kuliner Prancis yang dipadukan dengan bahan-bahan musiman Jepang yang segar, menjadi semakin berkembang yang menghasilkan masa karier yang cemerlang di restoran berbintang 2 Michelin yang terkenal di dunia, Restaurant Taillevent di Paris dan restoran berbintang 1 Michelin di Mandarin Oriental Tokyo.

Di tahun 2010, Mori menjadi bagian dari promosi sukses Restaurant Taillevent di Tokyo Kaikan, memasak dalam tim perwakilan pilihan Kepala Chef, Alain Soliveres yang terkenal. Dari tahun 2010 hingga 2014, Mori menghabiskan waktu di Poznan, Polandia untuk memimpin restoran mewah seperti Restaurant Jadalnia dan hotel bintang 5 Blow Up Hall 50/50, dan menyempurnakan keahlian dalam memasak hidangan Prancis-Polandia – yang karenanya saat ini ada sedikit sentuhan cita rasa Prancis-Polandia pada kreasi unik khasnya di Takumi by Daisuke Mori.

 

Harga

 Makan Siang 4-Menu

 SGD138++ per orang

 Makan Siang 4-Menu dengan wine

 SGD198++ per orang
   

 Makan Malam 8-Menu

 SGD308++ per orang

 Makan Malam 8-Menu dengan wine

 SGD428++ per orang

Syarat dan ketentuan berlaku. Tidak berlaku untuk digunakan dengan promosi, diskon, voucher dan hak istimewa lainnya, kecuali disebutkan sebaliknya.

Shinya Otsuchihashi

Seri 16 Art at Curate
Chef Shinya Otsuchihashi dari restoran berbintang Satu Michelin, CRAFTALE, Tokyo

1 – 7 November 2019

 

Terlahir di Prefektur Kagoshima, kecintaan Otsuchihashi pada makanan dimulai sejak ia masih muda. Ia kuliah di Tsuji Culinary Institute di Osaka setelah lulus sekolah menengah atas, dan saat berusia 19 tahun, ia pergi ke Paris untuk belajar di pusat gastronomi Lyon. Sejak saat itu, ia telah bekerja di bidang kuliner baik yang tergolong seni adiboga – yang pertama di restoran peringkat Michelin, The Georgian Club di Tokyo dan di restoran berbintang 3 Michelin, Le Chateau de Joël Robuchon di Ebisu — maupun di restoran yang lebih kecil dan sederhana lainnya seperti Saturne di Paris dan Restaurant Anis di wilayah Hatsudai Tokyo. Di tahun 2015, dia membuka restoran, CRAFTALE, dan dalam dua tahun, telah meraih penghargaan bintang Michelin. Otsuchihashi menjelaskan nama CRAFTALE sebagai gabungan dari kata “craft (keahlian)” dan “tale (kisah)” juga anagram dari frasa kata Perancis (fraktal).

 

Harga

 Makan Siang 4-Menu  SGD138++ per orang
 Makan Siang 4-Menu dengan wine  SGD198++ per orang
   
 Makan Malam 8-Menu  SGD308++ per orang
 Makan Malam 8-Menu dengan wine  SGD428++ per orang

Syarat dan ketentuan berlaku. Tidak berlaku untuk digunakan dengan promosi, diskon, voucher dan hak istimewa lainnya, kecuali disebutkan sebaliknya.

Wine & Sake Sommelier - Takayoshi Aoki

Sommelier Wine & Sake
Takayoshi Aoki

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri horeka, Takayoshi Aoki telah bekerja di beberapa perusahaan paling bergengsi di seluruh dunia, seperti InterContinental Tokyo Bay dan Joel Robuchon Restaurant Tokyo yang berbintang 3 Michelin, di mana ia menjabat sebagai Maître d'hôtel.

Ia sekarang menjabat sebagai Manajer F&B sekaligus Sommelier Wine & Sake di 12 restoran khusus di Resorts World Sentosa, dan akan terlibat dalam seri pertunjukan keempat Art at CURATE tahun 2019.

ART AT CURATE LALU

Chef Ryuta Iizuka

Seri 14 Art at Curate
Pengalaman Bersantap Four-Hands kreasi
Chef Ryuta Iizuka dari Restoran Bintang Dua Michelin, Ryuzu, Tokyo dan residen
Chef de Cuisine Benjamin Halat

10 – 16 Mei 2019


Setelah bekerja untuk Hotel Okura Tokyo Bay dan Hotel The Manhattan, Iizuka menjadi chef untuk sebuah departemen di Restoran ‘Taillevent-Robuchon’ pada tahun 1994. Kemudian ia pindah ke Prancis dan magang di restoran bintang 2 dan 3. Ia menyempurnakan keterampilan kulinernya lebih lanjut setelah kembali ke Jepang dan bekerja di restoran ‘Joël Robuchon’s ’. Iizuka menjadi chef di ‘L’Atelier de Joël Robuchon’ pada 2005, di mana ia memimpin restoran selama lima tahun ke peringkat bintang dua Michelin. Pada 1 Februari 2011, Iizuka memimpin pembukaan grand Restaurant ‘Ryuzu’. Iizuka berasal dari Tōkamachi di prefektur Niigata.

Sommelier (Penuang Wine) Tamu: Shunsuke Maruyama


Terlahir di Saitama, Jepang, sommelier Shunsuke Maruyama telah meraih banyak hal dalam karier 10 tahunnya di industri F&B (Makanan&Minuman) meskipun ia masih tergolong muda. Saat ini menjadi Kepala Sommelier Restaurant Ryuzu di Roppongi, Tokyo, kecintaannya pada wine dan dorongan dari atasannya untuk bekerja di perusahaan terkenal di seluruh dunia, termasuk Nage d’été, dan La Tour d’Argent di Paris, Prancis, dan Den, Kappo dan Masuya Restaurant yang masing-masing ada di Melbourne dan Sydney. Maruyama telah dilatih di Academie du vin Tokyo dan Smallfry Wines di Barossa Valley, Australia, dan sangat menikmati tantangan membuat makanan dan minuman unik dari perpaduan seperti wine, koktail, sake, dan teh.

 

Harga

Makan Siang 4-Menu  SGD138++ per orang
Makan Siang 4-Menu dengan wine  SGD198++ per orang
   
Makan Malam 8-Menu  SGD308++ per orang
Makan Malam 8-Menu dengan wine  SGD428++ per orang

Lihat Menu Makanan Jepang kami!

Anggota RWS Invites: Nikmati diskon makan siang 25% dan rebate hingga 4%. 

Syarat dan ketentuan berlaku. Tidak berlaku untuk digunakan dengan promosi, diskon, voucher dan hak istimewa lainnya, kecuali disebutkan sebaliknya.

Guillaume Bravacal

Seri 13 Art at Curate:
Chef Guillaume Bracaval dari Cuisine[s] Michel Troisgros Tokyo yang berbintang 2-Michelin

18 – 24 Januari 2019

 

Dilahirkan tahun 1981 di dekat Lille, Prancis utara, Chef Bracaval suka memasak sejak muda, dan berhasil masuk sekolah juru masak setempat saat berusia 15 tahun. Demi mengasah keahliannya, ia menghabiskan waktu empat tahun berikutnya berlatih di restoran berbintang 3-Michelin yang terkenal di Paris, termasuk L'Arpège (Chef Alain Passard), Ledoyen (Chef Christian Le Squer), dan L'Ambroisie (Chef Bernard Pacaud). Berbekal banyaknya pengalaman yang ia miliki, dia diangkat menjadi chef di L'Agapé yang berbintang 1-Michelin.

Di tahun 2011, ia bekerja selama satu tahun di restoran Prancis yang ada di Tokyo, termasuk Tateru Yoshino Ginza dan l'Art et la manière, di mana ia mulai tertarik dengan kuliner Jepang. Setelah itu, ia kembali ke Prancis dan bergabung dengan Troisgros, yang terkenal dengan reputasinya yang berhasil mempertahankan bintang tiga Michelin selama 50 tahun. Di bulan Agustus 2012, ia ditunjuk langsung oleh Chef Michel Troisgros, untuk menjadi Chef Eksekutif Cuisine [s] Michel Troisgros.

Art-at-Curate-Series-12-Chef-Bee-Satongun-320x325

Seri 12 Art at Curate:
Pengalaman Bersantap Four-Hands kreasi
Chef Bee Satongun dari
Paste Berbintang Satu Michelin di Bangkok
dan Chef Benjamin Halat

2 - 8 November 2018


Chef Bee Satongun dari Thailand merupakan co-owner Paste Bangkok Thai Restaurant berbintang Michelin. Salah satu dari banyaknya penghargaan yang diraih adalah Best Female Chef, dianugerahi oleh ‘Asia’s 50 Best Restaurants 2018’.

Chef ternama ini dikenal karena cita rasa dan teksturnya yang beraneka ragam, penyajian yang modern, dan penguasaannya yang mendalam pada hidangan Thailand yang diwariskan secara turun temurun. Dia terus melakukan riset, menjelajahi buku resep masak kuno dan jurnal yang indah untuk menguak bahan-bahan dan teknik yang telah lama dilupakan.

Chef Stephanie Le Quellec - Art at Curate Series 11

Seri 11 Art at Curate:
Pengalaman Bersantap Four-Hands kreasi
Chef Stephanie Le Quellec dari La Scene Berbintang Satu Michelin, Paris
dan Chef Benjamin Halat

3 - 9 Agustus 2018


Sebagai salah satu bakat paling menjanjikan di dunia kuliner Prancis, Stéphanie Le Quellec besar di dapur, dengan membuat crêpe dan biskuit bersama neneknya setelah sekolah. Gaya memasaknya terbentuk selama awal kariernya, saat dia bekerja dengan para chef berbintang Michelin Paris, Philippe Legendre dan Philippe Jourdin. Dia berlatih memasak dalam tradisi Prancis termurni, sehingga memengaruhi gaya memasaknya, yang kaya akan ciri khas dan penuh dengan semangat, kerja keras, disiplin serta kemurahan hati.

Berkat keterampilannya, dia berhasil meraih jabatan Executive Chef di hotel bintang lima di Terre Blanche, Provence. Selanjutnya dia menjadi Executive Chef di hotel Prince de Galles. Di bawah pengawasannya yang penuh dedikasi, restoran hotel, La Scène, meraih penghormatan bintang Michelin pada tahun 2014. La Scène terus menghadirkan pengalaman kuliner yang berfokus pada kualitas produk istimewa dan menu musiman dengan hidangan berlimpah.

Chef Tanja Grandits - Art at Curate Series 10

Seri 10 Art at Curate
Pengalaman Bersantap Four-Hands kreasi
Chef Tanja Grandits dari
Stucki Berbintang 2-Michelin di Basel, Swiss
dan Chef Benjamin Halat

27 April – 3 Mei 2018


Chef Tanja Grandits hampir menjadi seorang ahli kimia - ia memilih untuk mempelajari Kimia setelah lulus sekolah. Kabar baik bagi pecinta kuliner di belahan bumi lain, ia meninggalkan studinya untuk memulai kariernya mengejar kesempurnaan di dunia kuliner.

Ia mulai bekerja magang di Traube Tonbach, Baiersbronn yang kemudian dilanjutkan dengan menggali pengalaman kerja di Claridge's, London dan Chateau de Montcaud, Bagnols-sur-Cèze. Pengalaman tersebut menyempurnakan keahliannya dan membentuk gaya akhirnya – yang berfokus pada keahlian dalam memikat mata dengan warna-warni dan bebungaan, serta memanjakan hidung dengan penguasaannya akan aroma yang sangat ahli.

Ia membuka restoran pertamanya di Swiss - Thurtal di Eschikofen. Pada tahun 2006, ia mengambil alih Stucki di Basel bersama suaminya. Keistimewaan bakat kulinernya membuat Stucki memperoleh dua bintang Michelin. Ia juga telah dinobatkan sebagai Female Chef of the Year (2006) dan Chef of the Year (2014) oleh panduan Gault Millau yang berpengaruh – dengan menganugerahkan 18 dari 20 poin yang menakjubkan dan nyaris sempurna kepada Stucki.

Chef Emma Bengtsson - Art at Curate Series 9

Seri 9 Art at Curate
Pengalaman bersantap Four-Hands eksklusif oleh
Chef Emma Bengtsson
Aquavit Berbintang 2 Michellin, Kota New York,
dan Chef Benjamin Halat

12 – 18 Januari 2018


Dari kota kecil Swedia hingga salah satu pentas keanggunan kuliner terbesar dunia - perjalanan gastronomi Emma Bengtsson sama luar biasanya dengan karyanya. Ia jatuh hati dengan memasak sejak kecil berkat sang nenek yang gemar memasak di rumah. Bakatnya terus tumbuh dan ia mendaftarkan diri di Stockholm's Hotel and Restaurant School.

Ia kemudian bekerja di restoran ternama - Edsbacka Krog, Restaurant Prinsen dan Operakällaren. Ia kemudian pindah ke Aquavit, di mana ia bersinar dengan interpretasi kreatifnya akan hidangan penutup Skandinavia klasik dan membantu restoran tersebut memperoleh Bintang Michelin. Chef Bengtsson akhirnya menjadi Chef Eksekutif dan memimpin Aquavit mempersembahkan bintang kedua yang sungguh berbeda, yang membuatnya menjadi chef wanita Swedia pertama yang mempimpin dapur berbintang dua.

Chef Alexandre Dionisio -

Seri 8 Art at Curate
Chef Alexandre Dionisio
Dari La Villa in the Sky Berbintang 2 Michellin, Brussels

5 - 12 Oktober 2017


Alexandre Dionision mulai bekerja pada usia 15 tahun, ia mempelajari dasar keahliannya dari Rocky Renaud dari tahun 1997 sampai 2003, sebelum menjadi commis de cuisine di bawah Pierre Wynants di Comme chez Soi. Pada tahun 2008, ia bekerja untuk Yves Matagne sebagai chef junior di Sea Grill, dan pada tahun 2010 ia ambil bagian dalam program reality TV "Top Chef", yang membuatnya sampai ke semifinal. Itu juga terjadi di tahun ia mendirikan restorannya sendiri, di mana ia mendapatkan bintang Michelin pertamanya.

La Villa in the Sky adalah proyek kolaborasi dengan Serge Litvine dari Villa Lorraine, yang dibuka pada tahun 2014 yang memperoleh sambutan hangat.

Art-at-Curate-2017-series-3_Chef_Mingoo-Kang

Seri 7 Art at Curate
Kang Mingoo
Dari Mingles Berbintang Michelin Satu, Seoul

16 – 23 Agustus 2017


Setelah magang di beberapa restoran berbintang Michelin di Spanyol antara tahun 2009 hingga 2010, Kang Min Goo yang dilatih secara resmi direkrut menjadi Junior Sous Chef di Nobu Miami, yang kemudian mengepalai Nobu Atlantis di Bahama sebagai Executive Chef de Cuisine termuda dalam rantai restoran Nobu yang ternama pada tahun 2011.

Di tahun 2014, dia membuka Mingles, yang sejak saat itu meraih berbagai penghargaan, termasuk meraih hadiah utama dalam KOREAT, survei restoran paling berpengaruh di Korea, selama dua tahun berturut-turut.

Seri Dua Art at Curate 2017 - Chef Richard Van Oostenbrugge

Seri 6 Art at Curate
Richard van Oostenbrugge
Dari Bord’eau Restaurant Gastronomique Berbintang Dua Michelin, Amsterdam

5 – 13 Mei 2017


Lahir di Leiden, Belanda, Richard van Oostenbrugge memulai kariernya sebagai seorang chef di Gstaad, Swiss dan selama 16 tahun kariernya yang cemerlang, dia telah bekerja di restoran di seluruh wilayah Britania Raya dan Spanyol, bersama dengan para chef papan atas, yang menguasai teknik Prancis sambil terus menyempurnakan gaya dan ketepatannya yang tanpa cela.

Sekarang, Richard van Oostenbrugge menjabat sebagai Executive Chef di De L’Europe bintang lima di Amsterdam, dan memandang dirinya sebagai salah satu dari segelintir chef yang berhasil meraih dua bintang Michelin dalam dua tahun.

art-at-curate-5-chef-masayasu-yonemura

Seri 5 Art at Curate
Masayasu Yonemura
Dari Restoran Yonemura Berbintang satu Michelin, Jepang

4 – 11 Februari 2017


Lahir dan besar di Kyoto, Jepang, Masayasu Yonemura mulai bekerja di restoran Prancis Seiyougosho Okumura di Kyoto, yang mengilhaminya untuk menyatukan teknik kuliner yang berbeda ke dalam gaya khasnya sendiri.

Pada tahun 1993, dia membuka Restoran Yonemura, dan bakatnya dalam memadukan aksen Jepang pada hidangan Prancis membuatnya menjadi sorotan di dunia gourmet. Berawal dari kesuksesan Restoran Yonemura, outlet kedua restoran ini pun dibuka di Tokyo, sejak saat itu kedua restoran tersebut ditampilkan dalam Michelin Guide Book edisi Jepang, masing-masing mendapatkan bintang satu Michelin.

Chef Masayasu Yonemura yang juga merupakan pengarang dari buku resep masak peraih penghargaan yang diberi judul sama dengan nama restorannya.

Seri Empat Art at Curate 2016 - Chef Ramón Freixa

Seri 4 Art at Curate
Ramón Freixa
Dari Ramón Freixa Madrid Berbintang Michelin Dua, Spanyol

4 - 11 November 2016


Ramón Freixa lahir pada tahun 1971 di sebuah desa kecil dekat Barcelona, besar di lingkungan keluarga yang menjalankan bisnis restoran, dan tumbuh dikelilingi oleh pemandangan, aroma dan suara dapur. Setelah tamat belajar, Ramón melanjutkan jenjang pendidikannya dalam bidang perdagangan di Belgia dan Prancis sebelum kembali bekerja di restoran milik keluarganya, yang selanjutnya mengambil alih dan memimpinnya mulai tahun 1998, dan pada tahun yang sama dia menerbitkan buku resep masakan pertamanya.

Dia mempublikasikan buku resep masakannya yang kedua pada tahun 2004, selama bekerja di Ávalon di Barcelona’s Grand Hotel Central. Pada tahun 2009, dia pindah menjadi kepala di restoran yang namanya adalah nama chef ini sendiri, Ramón Freixa Madrid di Hotel Único, tempat dia berkuasa penuh. Di sana usahanya terbayar lunas dengan bintang dua Michelin yang diraih pada tahun 2010, yang tetap dia pertahankan hingga kini.

Pada 2016, Ramón menciptakan sejarah Spanyol sebagai chef pertama yang dianugerahi Prize of Culture prestisius dari Community of Madrid.

Seri Tiga Art at Curate 2016 - Chef Esben Holmboe Bang

Seri 3 Art at Curate
Esben Holmboe Bang
Dari Maaemo Berbintang Michelin Tiga, Norwegia

16 - 25 September 2016


Esben Holmboe Bang adalah chef kepala, co-owner dan penggagas kreatif di balik Maaemo, restoran inovatif dari Oslo, Norwegia, yang meraih bintang tiga Michelin pada tahun 2016. Dia lahir di Copenhagen tapi saat di Oslo-lah karier kulinernya mulai membubung tinggi.

Besar di dalam keluarga yang mengedepankan keberlanjutan dan pertanian, tidak mengherankan jika dia mendapatkan inspirasi dari alam. Hidangannya mengakar dalam cita rasa alami dan bahan-bahan mentah berkualitas, menguak kembali esensi murninya sebelum mengkreasikan kembali ke dalam narasi yang sepenuhnya baru, sehingga menghadirkan cita rasa Norwegia di atas piring Anda.

Gaya berani Chef Ebsen dalam memasak telah menarik hati banyak fans dari para pakar di bidangnya, dan masuk ke dalam daftar “100 Most Influential Chefs in the World” versi Majalah Time. Dia juga mendapatkan julukan sebagai “2016 Young Chef of the Year” dari Elite Traveler Magazine.

Seri Dua Art at Curate 2016 - Chef Guy Martin

Seri 2 Art at Curate
Guy Martin
Dari Le Grand Véfour Berbintang Michelin Dua, Prancis

8 - 15 Juli 2016


Lahir tahun pada tahun 1957 di Bourg Saint Maurice, Guy Martin mulai bekerja di pizzeria lokal pada tahun 1976. Tanpa sengaja dia menemukan buku resep masak klasik “Gastronomie Pratique” dan mencoba 500 resep masakannya sendiri. Berikut ini adalah sejarah kulinernya.

Pada tahun 1981, Chef Martin bergabung dengan Relais & Châteaux, bekerja selama tiga tahun sebagai Chef de Cuisine di Château de Coudrée di Lake Geneva, lalu di Château de Divonne di mana dia menjadi Executive Chef pada umur 26. Pada tahun 1985, dia meraih bintang Michelin pertamanya. Pada tahun 1989, dia meraih bintang keduanya. Pada tahun 1991, dia pindah ke Le Grand Véfour yang bersejarah.

Gaya Chef Martin berkarakter modern, memikat dan berani, yang menekankan pada bahan-bahan berkualitas tinggi dari berbagai wilayah Prancis. Sebagai seorang pencinta seni dan musik, dia menyebut Jacques Offenbach, Mozart dan Glenn Gould sebagai inspirasinya untuk menjelajahi batasan dunia kuliner, yang membuahkan warna, rasa dan penyajian baru pada kreasinya.

Chef ternama ini telah menulis lebih dari 20 buku masak di sepanjang kariernya serta membintangi sebuah program televisi. Pada tahun 2012, ia diberi gelar "Officer" of the Ordre de La Légion d’Honneur (Ordo Nasional Legiun Kehormatan) oleh Pemerintah Prancis.

Seri Satu Art at Curate 2016 - Chef Massimiliano Alajmo

Seri 1 Art at Curate
Massimiliano Alajmo
Dari La Calandre Berbintang Michelin Tiga, Italia

29 Apr - 6 Mei 2016


Massimiliano Alajmo baru berusia 28 tahun ketika Michelin Guide menganugerahi restoran Italia milik keluarganya, La Calandre, dengan status tiga bintang pada tahun 2002. Ini membuatnya menjadi salah satu executive chef termuda yang meraih status bergengsi tersebut.

Saat ini, chef yang berusia 42 tahun tersebut adalah seorang chef ulung multitalenta baik di dalam mau pun di luar dapur. Bersama saudaranya Raffaele dan Laura, dia adalah bagian dari generasi ke lima keluarga chef dan restoran Alajmo, serta mengawasi dapur La Calandre dan dua restoran milik keluarga lainnya Ristorante Quadri dan La Montecchi, dengan total lima bintang Michelin di antara keduanya; serta sebuah jaringan bistro, Il Calandrino, abc Quadri, abc Montecchia, dan Caffè Stern di Paris.

Selain bertindak sebagai dewan direksi dan secara rutin mengajar di sekolah kuliner Italia, Master della Cucina Italiana, chef Alajmo juga menerbitkan buku masak pemenang penghargaan yang berjudul “In.gredienti” dan memiliki Le Essenze, sebuah produk minyak goreng semprot esensial murni, dan alajmo.design, sebuah koleksi peralatan makan yang didesain oleh Alajmo brothers serta diproduksi oleh pengrajin Italia terkemuka.

Dikenal dengan pendekatan multiinderanya terhadap seni memasak serta gemar bereksplorasi secara mendalam untuk memunculkan esensi murni bahan-bahan tersebut, chef Alajmo sangat antusias untuk membawa kreasi kulinernya ke Singapura. "Singapura adalah rumah bagi salah satu dunia kuliner paling dinamis di dunia", tuturnya. Saya sangat antusias untuk berbagi dengan masyarakat, baik hidangan klasik Le Calandre, mau pun hidangan-hidangan hasil penelitian terbaru kami."

Wine & Dine
Singapore Tourism Award 2018 - Best Dining Experience - CURATE

Rekomendasi Untuk Anda

RWS Invites Keanggotaan
  • Restoran chef selebriti: undangan untuk acara eksklusif dan harga istimewa
  • Dapatkan dan tukarkan rebates di lebih dari 100 outlet yang berpartisipasi
  • Parkir sepanjang hari hanya dengan Invites$2.50

  • Cari Tahu Selengkapnya >